Kominfo Gaet Ibu-ibu TNI di Hari Pendaftaran Capres, Cek Sebabnya admin, Agustus 5, 2023 Kementerian Komunikasi juga Informatika () menggaet para istri anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menentang kemungkinan pemilu. Hal ini terungkap dalam rangkapan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi (GNLD), dalam Jakarta, Kamis (19/10). Pada hari ini pula, periode pendaftaran calon presiden-calon delegasi presiden untuk Pilpres 2024 dimulai hingga 25 Oktober. Menkominfo Budi Arie Setiadi mengatakan pada Pemilu 2024 ini pihaknya berfokus pada penanganan tiga konten negatif. “Yang pasti patokan Kominfo tiga; hoaks, fitnah, juga ujaran kebencian. Tiga itu kita harus membangun budaya digital yang dimaksud hal tersebut lebih banyak besar sehat, lebih tinggi banyak santun, lebih banyak banyak baik sehingga sanggup menyuarakan perdamaian kemudian juga kesatuan nasional kita,” tuturnya dalam Launching Literasi Digital Keluarga Besar TNI, dalam Jakarta, Kamis (19/10). Konten negatif sendiri miliki beragam bentuk mulai dari konten pornografi, perjudian, radikalisme, terorisme, SARA, pembohongan hingga persebaran hoaks. Tak cuma era Pilpres, pihaknya sudah enam tahun menggarap kesulitan ini lewat program GNLD. Dari total 215,63 jt pengguna internet pada Indonesia, Kominfo lewat GNLD hingga 16 Oktober sudah melakukan literasi kepada 23.752.721 peserta. “Ya kalau di tempat area persentase baru 10 persen lebih besar lanjut 12 persen dari penduduk kita,” ucap Budi. Meski begitu, pihaknya tetap tak berhenti menggaet berbagai pihak untuk membantu upaya literasi digital nasional, termasuk istri-istri TNI. Kenapa harus ibu-ibu tentara? “Ini kan ibu-ibu Dharma Pertiwi TNI kan, ibu-ibu yang tersebut mana mendampingi suaminya bertugas dalam tempat manapun dari Sabang sampai Merauke. Kan harus menjaga suasana masyarakat juga juga yang digunakan mana penting kan keluarga,” jelasnya. “Tadi saya sudah sampai satu kutipan dari mantan Presiden Tanzania (Julius Nyerere), ‘kalau kita mendidik orang laki-laki adalah mendidik seseorang, tapi kalau mendidik pribadi perempuan kita mendidik sebuah bangsa’,” tutur Budi. Budi menyebut kolaborasi bersama TNI bukan belaka meningkatkan pemahaman keluarga besar TNI pada isu digital, namun juga membuka kesempatan keluarga TNI untuk menjadi pegiat literasi digital nasional. Pada kesempatan yang mana sama, Ketua Dharma Pertiwi Vero Yudo Margono, atau Veronica Yulis Prihayati, memohonkan para ibu bijak bermedia sosial. “Menjadi ibu lalu pendamping suami sebagai anggota Dharma Pertiwi dituntut untuk melek dengan perkembangan teknologi serta cakap digital, mampu bermedia sosial dengan baik serta bijak. Tentunya ibu ibu juga dapat jadi mengawasi putra-putrinya yang mana masih pada tempat bawah umur untuk lebih tinggi banyak mewaspadai atau mendampingi,” ujarnya. Terkait pemilu, Vero, yang juga merupakan istri Panglima TNI Laksamana Yudo Margono ini, meminta para istri TNI yang digunakan digunakan hadir secara daring lalu luring untuk mengupayakan sepenuhnya hajatan besar yang tersebut dengan tidaklah memberikan komentar. “Kita sebagai pendamping suami, sebagai istri, sebagai ibu dari anak-anak, kita harus membantu sepenuhnya dengan bukan ada memberikan tanggapan, komentar, kemudian juga tidaklah ada meng-upload apapun terhadap hasil quick count sementara yang tersebut digunakan dikeluarkan oleh lembaga survei,” pungkas dia, yang mana dimaksud juga merupakan polwan berpangkat AKBP itu. Teknologi emak-emakhoaksmisinformasipemilu 2024persitpilpres 2024tni