Kominfo Ajak Masyarakat Antisipasi Kekacauan Informasi Jelang Pemilu admin, Agustus 14, 2023 Wakil Menteri Komunikasi juga Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria mengajak semua elemen bangsa untuk mengantisipasi potensi kekacauan informasi dalam pemilihan umum (Pemilu) serentak yang mana hal tersebut akan dilaksanakan pada 2024 mendatang. Hal ini disampaikan Nezar saat memberikan sambutan kunci dalam acara Rilis Survei Opini Publik: Proyeksi serta Mitigasi Gangguan Informasi pilpres 2024 pada Jakarta Pusat, Rabu (18/10). “Berbagai narasi bermuatan urusan urusan politik mulai beredar pada media sosial terkait kandidat. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama, lantaran berpotensi mengarah pada kekacauan informasi serta ujaran kebencian yang digunakan dapat mengancam keutuhan masyarakat,” kata Nezar. Menurut Nezar, antisipasi terhadap kekacauan informasi pada masa pemilihan umum menjadi sangat penting. Sebab, disinformasi dalam kegiatan elektoral dapat mengakibatkan polarisasi antar rakyat secara berkepanjangan. “Termasuk menurunnya kepercayaan pada demokrasi juga institusi pemerintahan, serta menimbulkan instabilitas urusan urusan politik yang digunakan yang dapat menghambat roda perekonomian,” ujar Nezar. Dengan demikian, lanjut Nezar, Kementerian Komunikasi juga Informatika menggerakkan program komunikasi umum dengan tajuk “Pemilu Damai 2024”. “Pesan ini tentu bukan sembarang pesan, namun wujud ikhtiar bersama untuk memacu rakyat agar dapat menentukan pilihan dengan bijak, lalu tetap menjaga perdamaian bangsa termasuk pada ruang digital,” kata Nezar. Lebih dari itu, Wamenkominfo merinci pesan pilpres 2024 Damai disusun untuk menjawab berbagai isu pilpres yang dimaksud selama ini hadir pada tengah keseharian kehidupan bangsa. “Seperti peningkatan partisipasi, pemenuhan hak memilih lalu dipilih, antisipasi SARA, anti perpecahan atau polarisasi, serta anti hoaks untuk menjaga ruang digital tetap damai,” jelasnya. Dalam acara ini Wamenkominfo Nezar Patria didampingi Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel A. Pengerapan. Hadir pula Direktur Eksekutif CSIS Yose Rizal Damuri, Ketua Departemen Politik juga Perubahan Sosial CSIS Arya Fernandes. Kemudian Direktur Hubungan Pemerintah kemudian Kebijakan Publik Google Indonesia Putri Alam, Direktur Info Media Digital (Tempo Digital) Wahyu Dhyatmika, juga Peneliti Departemen Politik juga juga Perubahan Sosial CSIS, Beltsazar Krisetya. Sementara Komisioner Komisi Pemilihan Umum August Mellaz kemudian Dewan Penasehat Public Virtue Research Institute Anita Ashvini Wahid hadir secara daring. Teknologi informasikominfopemilu 2024pemilu damai