Overuse Syndrome: Apa Itu dan Apa Penyebabnya? admin, Agustus 16, 2025Oktober 26, 2025 Melakukan olahraga secara rutin memang bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Namun, ketika olahraga dilakukan berlebihan, siapa sangka dapat menyebabkan cedera atau kerap disebut dengan overuse syndrome. Apakah Anda pernah mendengar istilah ini atau malah justru sempat mengalaminya? Yuk, cek selengkapnya di sini! Definisi Overuse Syndrome Overuse Syndrome atau sindrom penggunaan berlebihan adalah gangguan yang muncul akibat tekanan atau beban yang terus-menerus pada jaringan tubuh, khususnya bagian otot, tendon, atau ligamen, tanpa adanya waktu istirahat. Kondisi ini biasanya berkembang secara perlahan seiring waktu akibat gerakan yang dilakukan secara berulang, seperti mengetik, berlari, atau mengangkat beban berat. Umumnya, kondisi ini paling sering terjadi pada orang-orang yang melakukan pekerjaan secara berulang, seperti: Atlet meliputi pesenam, pemain tenis, dan pelari, Pekerja kantoran karena mengetik secara terus menerus, Pekerja pabrik atau profesi yang melibatkan gerakan berulang. Penyebab Overuse Syndrom Lantas, apa sebenarnya yang menjadi pemicu munculnya overuse syndrome? Lebih lengkapnya bisa dicek di bawah ini, ya! Menggunakan otot secara berlebihan, Beraktivitas dan bekerja di suhu dingin, Adanya tekanan ke area tubuh tertentu, Membawa beban berat seperti galon air tanpa troli, Memakai peralatan yang dapat menciptakan getaran, Stres psikologis sehingga dapat memperburuk overuse syndrome, Terlalu kelelahan ketika bekerja, melakukan olahraga, dan lainnya. Gejala Overuse Syndrome Biasanya, gejala yang ditimbulkan dari kondisi ini bisa berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan kondisi yang dialami. Namun, beberapa gejala ini umum terjadi pada penderita overuse syndrome, di antaranya: Nyeri, Mati rasa, Pembengkakan, Kelemahan otot, Mobilitas sendi terbatas. Tips Mengatasi Overuse Syndrome Untuk membantu mengatasi munculnya overuse syndrome, ada beberapa tips yang mungkin bisa diterapkan, yakni: Berikan waktu tubuh untuk pulih dengan menghindari aktivitas yang membebani tubuh, terutama pada area yang terkena. Gunakan teknik yang benar dan pastikan posisi tubuh nyaman saat bekerja atau berolahraga. Lakukan pemanasan dan peregangan otot sebelum dan setelah aktivitas untuk mengurangi risiko cedera. Gunakan es untuk mengurangi peradangan dan lakukan pijatan untuk meredakan ketegangan otot. Apabila gejala tidak kunjung membaik, segera berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut. Atau, jika sewaktu-waktu mengalami otot tegang, maka sebaiknya langsung mencari cara mengatasi otot tegang di mesin pencarian supaya kondisinya tidak semakin memburuk. Uncategorized