Ahli nilai pengenalan pangan lokal pada masyarakat perlu digencarkan admin, Agustus 22, 2023 Jakarta – Ahli gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Fitri Hudayani menilai pengenalan jenis lalu manfaat pangan lokal kepada penduduk Indonesia perlu digencarkan agar bukan kalah saing dengan makanan impor. "Dengan terus memperkenalkan pangan lokal serta manfaatnya, maka lama-lama rakyat akan terpapar untuk mengonsumsi pangan lokal," kata Fitri saat dihubungi ANTARA pada Jakarta, Senin. Menurut dia, pemerintah perlu memasifkan pengenalan itu lantaran pangan lokal sebenarnya mempunyai nilai perekonomian yang mana dimaksud cukup baik atau terjangkau serta kandungan gizi yang digunakan digunakan memadai sehingga dapat mencukupi kecukupan gizi individu. Namun, saat ini, pangan lokal masih kalah saing dengan pangan impor lantaran warga cenderung lebih lanjut banyak mengenal produk-produk pangan impor. Berikutnya, ia memperlihatkan salah satu pangan lokal dengan harga jual jual terjangkau lalu gizi yang tersebut dimaksud cukup adalah tempe. "Misalnya, tempe. Tempe mempunyai nilai protein yang digunakan digunakan total per porsinya hampir serupa dengan unsur hewani," kata dia. Di samping itu, Fitri menambahkan bahwa pangan lokal dapat mempunyai daya saing yang digunakan itu setara bahkan melebihi makanan impor yang mana digunakan saat ini merebak dalam penduduk apabila dipasarkan dengan metode yang tersebut tepat serta menarik perhatian konsumen. Terkait dengan penyelenggaraan ketahanan pangan pada tempat Tanah Air, Fitri meyakini pangan lokal Indonesia yang tersebut digunakan lengkap dapat menjadi sumber keamanan pangan nasional. "Bahan makanan yang mana digunakan menjadi sumber dari pangan lokal sangatlah lengkap pada tempat negara kita, mulai dari sumber makanan pokok, yaitu sumber karbohidrat, sumber protein, baik lauk hewani maupun nabati, serta sayur lalu juga buah-buahan. Semua substansi yang tersebut sangat lengkap ada lalu menjadi sumber dari keamanan pangan nasional," ucap dia. Sementara itu, peneliti dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Azizah Fauzi menilai penyelenggaraan ketahanan pangan pada Indonesia bukan cuma terkait dengan persoalan ketersediaan pangan, melainkan juga berkenaan dengan keterjangkauan. Oleh lantaran itu, menurut dia, hasil pangan impor tetap diperlukan untuk menjamin penduduk memiliki akses terhadap pilihan pangan bermutu dengan biaya jual terjangkau. "Kami di tempat tempat CIPS melihat semua umum Indonesia harus punya pilihan serta juga akses terhadap pangan bermutu lalu juga terjangkau. Impor penting untuk menjamin penduduk Indonesia selalu punya akses terhadap pilihan pangan bermutu juga terjangkau," ucapnya. Makanan Ahli GiziKetahanan PanganPangan ImporPangan Lokal