Microsoft Ingatkan Potensi Bahaya AI di Pemilu Indonesia admin, Agustus 17, 2023 Raksasa teknologi mewanti-wanti kemungkinan bahaya kecerdasan buatan () pada gelaran . Salah satunya adalah pemanfaatan AI yang dapat menimbulkan disinformasi merajalela. Panji Wasmana, National Technology Officer Microsoft Indonesia mengungkap AI bisa saja jadi belaka dipakai untuk “tujuan yang dimaksud yang tak baik” seperti memunculkan disinformasi selama pilpres 2024. “Kalau menggunakan beberapa tools seperti llm (large language models), search engine atau apa pun, coba ketik siapa pemenang presiden, bagaimana menjadi presiden 2024, akan keluar sebuah informasi. Dan kita akan mudah melakukan disinformasi di tempat tempat dalamnya. Itu kemungkinan mampu hanya terjadi dengan melakukan teknologi AI,” kata Panji pada kantor Microsoft Indonesia, Jakarta, Rabu (18/10). “Kita mampu cuma menggunakan teknologi AI untuk targeted campaign bahkan,” ujarnya menambahkan. Oleh akibat itu, menurut Panji, rakyat harus pintar memilah serta memilih informasi yang mana yang disebut dia terima. Mereka juga harus bijaksana dengan bukan langsung mempercayai informasi yang mana tersebar dalam media sosial. Panji mengatakan bijak menerima informasi adalah dengan tiada semata-mata membaca satu paragraf, tapi juga melihat sumbernya. Ia juga mengungkap bahwa pemanfaatan AI bak pedang bermata dua. Pasalnya, teknologi ini disebut juga mampu memberantas hoaks yang dimaksud menyebar pada media sosial. “Saya juga rekomendasikan pengaplikasian AI untuk memberantas hoaks. Itu yang mana mana sebenarnya udah banyak dijalankan belakangan. Dan kalau dilihat ketika bertahun-tahun sebelumnya, AI itu udah di-deploy untuk mengklasterkan gerakan dari sosial media, melihat tren, temperatur dalam dalam sosial media terkait politik, lalu itu yang mana terjadi,” paparnya. “Jadi kalau kita lihat ini dua mata pisau, sekali lagi sangat penting melihat pemanfaatan AI ini menjadi dua bagian yang tersebut digunakan tak terpisahkan juga menjadi bertanggung jawab,” kata Panji menambahkan. Perlu regulasi Secara umum, Panji menegaskan bahwa berkembangnya teknologi AI ini juga perlu diimbangi dengan regulasi yang tersebut tepat. Saat ini, dalam area Indonesia belum ada aturan yang digunakan yang jelas mengenai pemakaian dan juga juga pemanfaatan AI. Panji kemudian berkaca dari regulasi yang dimaksud digunakan ketat dalam Amerika Serikat mengenai AI. Baru-baru ini, Presiden AS Joe Biden sudah mengajak perusahaan-perusahaan teknologi pengembang AI untuk meneken White House Voluntary AI Commitments. “Mereka mengundang beberapa big player seperti kami, Microsoft, juga juga industri lain yang mana mana memang berkecimpung dalam pengembangan AI juga kita berkomitmen bahwa semua teknologi AI harus bersifat safe, secure, juga trustworthy,” tuturnya. Menurutnya keberadaan regulasi penting untuk memverifikasi bahwa teknologi AI berjalan pada koridor yang dimaksud digunakan tepat. “Kalau kita enggak regulate serta tak mempunyai framework untuk melakukan konfirmasi bahwa AI yang tersebut digunakan dikembangkan itu secure, maka akan jadi bencana,” papar Panji. Janji atur kampanye pakai AI Sebelumnya, Menteri Komunikasi serta Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menegaskan calon mengatur kampanye partai kebijakan pemerintah pada area jagat maya yang tersebut hal tersebut melibatkan kecerdasan buatan alias AI. “Nanti kita kaji, kita atur yang tersebut mana baik,” kata Budi Arie. Budi mengaku pihaknya masih akan mengkaji secara komprehensif mengenai aturan pemilihan umum terkait metode kampanye mana yang tersebut mana diperbolehkan pada tempat jagat maya. “Satu-satu dulu dong. Kita lihat mana yang tersebut secara regulasi diperbolehkan serta mana yang dimaksud mana tidaklah ada diperbolehkan,” tuturnya. Sementara itu, secara umum Kominfo tak mau buru-buru menghasilkan aturan yang digunakan melarang pemakaian AI generatif seperti yang tersebut hal tersebut sudah pernah lama dijalankan negara-negara lain. Wamenkominfo Nezar Patria mengatakan saat ini pihaknya masih mencermati banyak segi dari pengaplikasian AI. “Yang kita cermati sekarang sebetulnya banyak segi, pada antaranya pemanfaatan AI untuk perekonomian misalnya, lalu kemudian untuk mempercepat penyebaran informasi yang mana positif. Lalu juga kita melihat AI untuk kepentingan industri lalu semacamnya. Jadi cukup luas,” kata Nezar. “Jadi kita coba petakan semuanya. Regulasi yang digunakan digunakan selama ini ditakuti seakan-akan akan membatasi perkembangan AI, saya kira kita belum sampai ke sana bicaranya,” imbuhnya. Teknologi aiartificial intelligencekecerdasan buatankominfomicrosoftmicrosoft indonesiapemilu 2024