Kuburan 2.300 Tahun Diungkap di Yerusalem, Terkait Alexander Agung admin, Agustus 8, 2023 Ilmuwan menemukan berusia 2.300 tahun di berisi sisa-sisa jasad diduga wanita penghibur dengan syarat Yunani Kuno yang tersebut digunakan menemani pasukan Alexander Agung selama peperangan. Perempuan itu dimakamkan dengan sebuah cermin perunggu berornamen sekitar 2.300 tahun lalu di area tempat jalanan menuju Yerusalem kemudian jarak sangat dari pemukiman. Temuan ini mengindikasikan bahwa jasad itu mungkin adalah orang wanita penghibur profesional, atau “hetaira,” yang dimaksud yang disebut bepergian dengan para prajurit. “Kemungkinan besar ini adalah makam orang wanita dengan syarat Yunani yang tersebut dimaksud menemani pribadi anggota senior tentara atau pemerintah Helenistik,” kata para peneliti dalam pernyataan tersebut, mengutip Live Science. Kliennya diduga orang prajurit yang bertempur dalam salah satu misi Alexander Agung atau dalam serangkaian konflik yang digunakan disebut Perang Diadochi yang dimaksud melibatkan para jenderal Alexander untuk bertempur untuk menggantikannya setelah ia meninggal pada 323 SM. Jasad perempuan itu diperkirakan berusia 20 hingga 30 tahun saat meninggal. Selain itu, jasadnya menunjukkan bahwa perempuan itu dikremasi sebelum dikuburkan bersama cermin perunggu. Cermin hal yang dibungkus dalam kotak lipat yang digunakan juga ditemukan di tempat dalam pemakaman Yunani-Hellenistik, mengindikasikan bahwa wanita itu berasal dari Yunani. Sementara aksesori ini sering menampilkan ukiran atau relief figur wanita lalu dewi yang digunakan digambarkan. “Ini adalah cermin kedua dari jenis ini yang sudah ditemukan hingga saat ini pada Israel,” kata Liat Oz, orang arkeolog yang digunakan memimpin penggalian baru-baru ini di dalam dalam lingkungan Talpiot Yerusalem atas nama Otoritas Kepurbakalaan Israel. Para peneliti beranggapan hetaira ini kemungkinan menerima cermin hal itu sebagai hadiah dari kliennya yang tersebut dimaksud berkuasa. Para wanita itu juga mendapatkan cermin perunggu sebagai bagian dari mas kawin. Namun, wanita yang tersebut dimaksud sudah menikah pada saat itu jarang meninggalkan rumah dia dalam Yunani, apalagi bergabung dengan suami dia dalam operasi militer. Catatan sejarah menunjukkan para wanita penghibur ini hadir selama peperangan Alexander Agung. Mereka bukan belaka memenuhi nafsu birahi para prajurit, tapi juga menghibur klien dia dengan puisi, tarian, lalu pertunjukan drama. Para peneliti mengungkap paku-paku besi yang ditemukan pada dalam kuburan pinggir jalan itu kemungkinan besar dipercaya miliki “kekuatan magis”, seperti menangkal mata jahat juga mencegah orang yang digunakan sudah meninggal untuk bangkit kembali. Paku sering ditemukan di dalam dalam kuburan Yunani lalu juga Romawi kuno, serta dalam pemakaman Yahudi pada masa itu. Para peneliti berharap bahwa analisis yang mana hal itu tambahan besar rinci terhadap cermin perunggu itu akan mengungkap petunjuk tentang latar belakang wanita tersebut, serta tentang pria yang digunakan yang menemaninya. Teknologi alexander agungarkeologarkeologiisraelmakam kunopalestinayerusalem