Twitter Alias X Ngetes Jadi Medsos Full Berbayar di 2 Negara admin, Agustus 9, 2023 atau Twitter mulai menguji coba layanan berbayar secara penuh di area area dua negara setelah pemiliknya mengisyaratkan perubahan jadi layanan berbayar bulan lalu. Dalam sebuah postingan pada Selasa (17/10), dikutip dari CNN, X mengatakan sedang menguji program baru yang dimaksud mana disebut “Not Bot” dalam dalam Selandia Baru serta Filipina. Para pengguna diminta untuk mendaftar langganan tahunan US$1 (Rp15.742,00) untuk mengunggah serta berinteraksi dengan postingan lain. Pengujian ini semata-mata akan berlaku untuk akun web baru lalu biaya akan dihapuskan jika pengguna mendaftar untuk layanan berlangganan premium X sebesar US$3,99 (Rp62.810,00) per bulan. Pengguna baru yang mana mana memilih tak bergabung langganan premium serta tahunan semata-mata akan dapat membaca postingan, menonton video, lalu juga mengikuti akun, namun tiada dapat berinteraksi di dalam area platform. Pengguna yang dimaksud dimaksud sudah ada bukan akan terpengaruh sebagai bagian dari pengujian. X mengatakan dalam unggahannya program ini dimaksudkan untuk “mendukung upaya kami yang digunakan digunakan sudah berhasil mengurangi spam, manipulasi platform, juga aktivitas bot kami, sekaligus menyeimbangkan aksesibilitas jaringan dengan total keseluruhan biaya yang digunakan dimaksud kecil.” Perusahaan juga menambahkan biaya hal itu tiada dimaksudkan untuk mengambil keuntungan. Uji coba ini dijalani setelah Musk mengupayakan pengguna untuk mendaftar ke X Premium sebagai cara mengurangi aktivitas spam lalu kecurangan di tempat dalam platform. Ia juga menyarankan pembayaran via kartu kredit demi membantu memverifikasi identitas pengguna juga menciptakan hambatan masuk yang mana tambahan lanjut tinggi bagi akun yang dimaksud digunakan tidaklah autentik. Sebagai timbal balik tambahan, pengguna premium menerima tanda centang biru, postingan mereka itu ditingkatkan oleh algoritma platform, serta berhak menerima pembayaran bagi hasil iklan sebagai bagian dari program baru X. Sebelumnya, Musk dalam percakapan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bulan lalu mengaku dapat mulai membebankan biaya untuk semua pengguna. Dia mengatakan bahwa perusahaannya “bergerak untuk memberikan pembayaran bulanan yang digunakan kecil untuk pengaplikasian sistem X” oleh sebab itu ini adalah “satu-satunya cara yang tersebut mana dapat saya pikirkan untuk memerangi pasukan bot dalam total besar.” Namun, para ahli mengatakan bahwa banyak pelaku kejahatan yang dimaksud bersedia serta juga mampu membayar akun tidaklah autentik di area dalam sistem digital tersebut. Secara teori, seseorang juga dapat membayar untuk memverifikasi sebuah akun kemudian kemudian mengizinkan komputer untuk menjalankannya, sehingga secara efektif menyebabkan akun terverifikasi otomatis atau “bot”. Dalam seminggu terakhir X mendapat kecaman atas klaim palsu juga juga menyesatkan yang digunakan tersebar luas pada dalam jaringan itu terkait perang Israel-Hamas. Komisi Eropa pekan lalu secara resmi membuka penyelidikan terhadap X setelah sebelumnya ada peringatan tentang disinformasi serta konten ilegal di dalam area platformnya yang dimaksud digunakan terkait dengan konflik. X mengatakan mereka itu sudah menghapus “ratusan akun yang digunakan dimaksud berafiliasi dengan Hamas,” menghapus ribuan postingan sejak serangan terhadap Israel oleh Hamas juga meningkatkan Catatan Komunitas, programnya yang dimaksud dimaksud memungkinkan pengguna memeriksa fakta postingan pengguna lain. “X sedang menangani konten palsu serta dimanipulasi yang digunakan dimaksud teridentifikasi selama krisis yang tersebut mana terus berkembang lalu berubah ini,” kata CEO X Linda Yaccarino dalam suratnya kepada Komisaris UE Thierry Breton pekan lalu. Teknologi elon muskmedsos xsubscribetwittertwitter bluex premium